Rabu, 24 Juli 2013

Melihat Diri Sendiri

Sebelum memasuki sebuah barbershop, seorang pria memberi nasihat kepada anaknya, "Untuk mendapatkan hasil cukur yang baik tidak usah takut memilih tukang cukur yang model rambutnya buruk. Karena kita tahu itu bukan hasil cukurannya sendiri."

Ya, tepat sekali. Seorang tukang cukur yang ahli sekalipun tak dapat memangkas rambutnya sendiri dengan bagus. Demikian juga seorang dokter tak dapat mengoperasi dirinya sendiri. Meskipun memang ada seorang dokter gigi yang mencoba memecahkan rekor dengan menambal giginya sendiri, tapi kita pasti yakin hasilnya tak sebagus hasil karyanya di gigi pasiennya. Ini memberikan kita gambaran bahwa setiap orang, sehebat apa pun, membutuhkan orang lain dalam hdup ini.

Ralph Waldo Emerson pernah menulis, "Mata bisa melihat segala hal kecuali dirinya sendiri." Kita membutuhkan orang lain untuk memperbaiki sikap kita yang salah. Kita memerlukan nasihat orang tua, teguran sahabat, kritik dari atasan, saran dari pasangan dan nasihat yang baik dari siapa saja.

Memang pada saat mendengar tindakan kita dikritik atau ditegur, rasanya tidak nyaman. Lebih enak dan menyenangkan bila kita selalu dipuji dan didukung. Akan tetapi orang yang dapat menerima teguran dan nasihat dari orang lain sebenarnya sedang menolong dirinya sendiri agar terhindar dari hal2 buruk.
Sebaliknya, sungguh kasihan orang yang menganggap pendapatnya sendiri paling benar. Ia tak berkesempatan memperbaiki hidupnya dan mendapatkan yang lebih baik dari pendapatnya sendiri.

Berbahagialah Anda, berterima kasihlah kepada orang yang selama ini rajin mengkritik Anda. Lihatlah orang tsb bukan sebagai musuh, justru anggaplah dia sebagai sahabat. Sebaliknya hati2lah terhadap orang yang selalu me-muji2 Anda, sebab belum tentu dia melakukannya dgn tulus ;)
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar