Rabu, 21 Mei 2014

CERITA 5 PELARI - Yang manakah kita?

Ada lima pelari bersiap untuk mengikuti perlombaan lari, semua pelari menginginkan kemenangan dan kesuksesan. Tidak seorang pun ingin gagal dan tidak seorang pun ingin menjadi nomer dua.

Ketika bunyi tembakan perlombaan dimulai, pelari pertama selama dua menit kemudian ia berhenti; ketika ditanya, ia mengatakan ingin menang namun kehilangan motivasi untuk melanjutkan pertandingan.

Pelari kedua lebih aneh lagi, ketika bunyi tembakan terdengar, ia tidak bergerak sedikit pun dari garis start; ketika ditanya, ia mengatakan ia merasakan resiko yang sangat besar jika ia mengambil tindakan untuk berlari namun tidak dapat keluar sebagai juara pertama.

Jadi ia belum dapat memutuskan apakah ia akan berlari atau menunggu.

Pelari ketiga, karena datang terlambat, ia tidak mendengarkan aturan main dari perlombaan itu sehingga ia berlari ke arah yang berlawanan dan ia kehilangan arah (goals).
Akibatnya, semua tindakan yang diambil tidak membawanya ke garis finish.

Pelari keempat, sebentar terpaku di garis awal dan ketakutan melihat begitu banyak penonton yang menanti kemenangannya.
Ia khawatir jika tidak menang ia akan ditertawakan oleh banyak orang.
Oleh karena itu, ia berlari kembali ke ruang ganti dan tidak ingin melanjutkan pertandingan.

Pelari kelima adalah pelari yang telah mempersiapkan dirinya jauh-jauh hari, semangatnya memuncak, pikirannya hanyalah FOKUS pada kemenangann, ia YAKIN akan menang, ia mengetahui dengan jelas arah yang harus dituju, ia memiliki semangat pantang menyerah dan berlari dengan kencang menuju garis finish.

Ketika ia mendengar bunyi tembakan, ia berlari secepat kilat, dan menyambar medali emas dalam kejuaraan itu.

Arti cerita diatas adalah, semua orang menginginkan SUKSES, tapi hanya beberapa yang benar-benar mempersiapkan diri dan rela membayar harga dari sebuah kesuksesan.

Bagaimana dengan Anda?
Apakah anda juga ingin meraih kesuksesan?
Apakah anda siap untuk membayar harganya?

Sumber: Buku champion -darmadi darmawangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar